RSS

metode penelitian

25 Okt

II. METODE PENELITIAN DAN DISAIN PENELITIAN

 

METODE PENELITIAN

Dari segi etimologinya, metode berarti jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa metode mempunyai peranan yang amat penting dan menentukan dalam kegiatan penelitian.  Sehinnga yang dimaksud dengan metode penelitian adalah jalan atau  cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian. Pentingnya peranan metode metode tersebut dapat dilihat dalam penjelasan berikut:

  • Salah satu tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk memperoleh suatu pengetahuan baru. Mutu(kualitas) dari pengetahuan yang di[peroleh itu tergantung pada bagaimana cara dan metode itu dipergunakan
  • Tujuan akhir dilakukannya kegiatan penelitian adalah untuk memperoleh suatu kebenaran. Bagaimana taraf kebenaran yang diperoleh itu tergantung kepada bagaimana cara atau metode yang dipergunakannya itu.

Syarat – syarat metode penelitian

Metode penelitian sebagai suatu metode ilmiah setidaknya harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Mampu menghasilkan data yang objektif.

Suatu data dikatakan objektif apabila data tersebut menunjukkan sesuatu apa adanya, tidak dicampuri oleh unsur – unsur pribadi penelitian.

  1. Mampu menghasilkan data/fakta yang valid.

Suatu data/fakta dikatakan valid, apabila data/fakta itu memiliki kesesuaian atau keserasian yang tinggi dengan kenyataan yang telah ada.

  1. Mampu menghasilkan data/fakta yang reliabel.

Suatu data/fakta dikatakan reliabel, apabila data/fakta tersebut memiliki ketetapan (consistency) yang tidak berubah pada setiap waktu.

Istilah lain yang hampir sama dengan istilah metode penelitian adalah metodologi penelitian (methodology of research).

DISAIN PENELITIAN

Disain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis dan serasi/sesuai dengan tujuan penelitian.

  1. Disain memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya.
  2. Disain penelitian juga menentukan batas – batas penelitian .
  3. Disain penelitian disamping memberi gambaran yang.

Beberapa bentuk disain penelitian

  1. a.      Disain Survey

Suatu penelitian survey bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar. Survey dapat digunakan dalam penelitian yang bersifat eksploratif, descriktif maupun eksperimental. Mutu dari suatu survey, antara lain tergantung pada : Banyak orang yang dijadikan sampel, Taraf hingga mana sampel itu representatif , artinya mewakil kelompok yang diselidiki dan Tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel itu. Jadi soal teknik sampling, yakni memilih sejumlah terbatas dari kelompok yang diselidiki itu sangat penting dalam survey.

v  Kebaikan disain survey antara lain :

–          Dalam survey biasanya dilibatkan sejumlah besar.

–          Dalam survey dapat digunakan berbagai teknik pengumpulan data.

v  Kelemahan disain survey antara lain :

–          Survey biasanya meneliti pendapat atau perasaan populasi .

–          Tidak ada jaminan bahwa angket akan dijawab oleh seluruh anggota sampel.

  1. b.      Disain Case Study

Case study adalah bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial. Case study juga dapat mengenai perkembangan sesuatu.

v  Keuntungan Case Study antara lain :

–          Dengan case study dapat diselidiki setiap aspek kehidupan sosial, kecuali bila ada rintagan yang tak dapat diatasi  .

–          Case Study dapat digunakan untuk meneliti setiap aspek spesifik dari suatu topik atau keadaan social secara mendalam .

v  Kekurangan Case Study antara lain :

Oleh karena case study mempelajari aspek – aspek yang spesifik, maka kemungkinan untuk mencapai generalisasi yang mantap sangat terbatas. Jadi generalisasi yang ditest dalam percobaan (eksperimen) adalah apakah yang diakibatkan oleh variable-variabel eksperimen itu.

Cara menentukan kelompok eksperimen dan kontrol

Kesulitan yang dihadapi dalam membuat disain eksperimen adalah menyusun kelompok control yang sama. Untuk maksud ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan :

  1. Kelompok  yang sejodoh: Peneliti membentuk kelompok kontrol yang anggotanya mempunyai jodohnya dalam kelompok eksperimen.
  2. Kelompok yang bersamaan: Cara ini tidak mengutamakan ciri-ciri anggotanya secara individual melainkan kesamaan distribusi ciri-ciri dalam keseluruhan kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.
  3. c.       Kelompok sama: Dapat pula kelompok yang sama digunakan sebagai kelompok eksperimen .
  4. d.      Kelompok atas pilihan acak: Kelompok dapat pula dibentuk berdasarkan atas pilihan kawan atau random dari sampel yang ada.

Beberapa jenis disain eksperimen :

  1. Disain eksperimen berdasarkan perbedaan

Misalnya kita dapat membentuk dua kelompok yang sama menurut prosedur penjodohan. Kelemahan dalam disain eksperimen seperti ini antara lain:

–          Sulitnya membentuk dua kelompok yang sama dan kemungkinan perbedaan oleh faktor-faktor.

  1. Tidak adanya pembuktian yang jelas bahwa perbedaan ciri .
  2. Disain Post-eksperimen
  3. Disain pra dan post-eksperimen.

POPULASI  suatu penelitian adalah keseluruhan subyek yang harus kita selidiki dalam melaksanakan suatu penelitian.

SAMPELmerupakan sebagaian dari seluruh anggota populasi tersebut yang langsung diteliti. Beberapa istilah yang sering kita jumpai dalam penelitian antara lain :

–          Subyek penelitian adalah keseluruhan individu yang akan diselidiki

–          Tempat penelitian menyatakan lokasi/daerah/wilayah.

Macam –macam teknik sampling

  1. Probability Sampling

Probability sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel. Termasuk dalam teknik sampling ini adalah :

  1. Simple randomsampling atau sampling acakan sederhana.
  2. Area atau cluster sampling atau sampling menurut daerah atau kelompok

Teknik sampling mana yang akan dipilih oleh peneliti tergantung pada masalah yang dihadapi dan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

  1. 1.      Sampling Acakan: Sampling acakan adalah suatu cara untuk mengambil anggota sampel tanpa pilih – pilih.teknik random sampling yang sering digunakan adalah : dengan teknik undian, dengan teknik ordinal dan dengan memakai tabel bilangan random
  2. 2.      Proportional Stratified Random Sampling: Teknik sampling ini merupakan salah satu teknik sampling lengkap, oleh karena sesungguhnya terdiri dari: Proporsional Sampling, Stratified Sampling dan Random Sampling
  3. 3.      Disproportional stratified random sampling : Teknik ini merupakanlawan dari teknik proporsional stratified random sampling memperhatikan besar – kecilnya perimbangan yang terdapat pada strata dalam populasi.
  4. Area atau cluster sampling

Area sampling dan cluster samplingsesungguhnya tidak dapat dikatakan identik., maka teknik pengambilan sampel ini disebut Cluster random sampling.

  1. Sampling kuota : metode atau cara memilih sampel yang mempunyai ciri – ciri tertentu .
  2. Sampel aksidental: merupakan sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada dijumpai .
  3. Purposive Sampling: dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih betul oleh peneliti.
  4. Saturation sampling(sampling jenuh): sampling dikatakan jenuh(tuntas) apabila seluruh populai dijadikan sampel.
  5. Snowball sampling: dalam pelaksanaannya peneliti memulai dari kelompok kecil.

Pertimbangan-pertimbangan dalam memilih metode sampling

  1. Tujuan penelitian: jika ingin melakukan generalisasi terhadap hasil penelitian( harus memakai random-sampling)
  2. Pengetahuan peneliti tentang populasi: pada tahap permulaan kita perlu mengadakan studi eksploratif
  3. Kesediaan untuk menjadi anggota sampel: banyak alasan yang menyebabkan seseorang enggan menjadi sampel dalam suatu penelitian  misalnya oerasaan yang tidak ingin diganggu, rasa malu,dll
  4. Jumlah biaya yang tersedia
  5. Besar populasi
  6. Fasilitas pendukung yang tersedia

Beberapa jenis metode pengumpulan data

Observasi: suatu cara untuk memperoleh data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis dan langsung syarat observasi :

  1. Kegiatan observasi harus mengabdi kepada tujuan penelitian yang telah dirumuskan.
  2. Hasil observasi harus dapat dikontrol validitas dan rebilitasnya sebagai data ilmiah

Jenis-jenis observasi

  1. Rencana kerja petugas observasi, yang terdiri atas :

a. observasi berstruktur : setiap kegiatan petugas observasi telah ditetapkan secara tegas .

b. observasi tidak berstruktur(observasi bebas) adalah segala kegiatan observer tidak dibatasi

  1. Kedudukan petugas observasi, dibedakan atas:

a)Observasi partisipasi: apabila observer ikut ambil bagian dalam situasi yang diselidiki

b)Observasi non partisipasi: apabila observaasi berada diluar situasi yang diselidiki c)Observasi kwasi partisipasi: dimana observer ambil bagian hanya pada situasi tertentu saja.

Kelemahan observasi adalah sukar diterapkan pada situasi yang kompleks dan observasi dapat berbuat tidak wajar atau berpura-pura

Wawancara: suatu cara untuk memperoleh data dengan jalan melakukan tanya jawab yang sistematis. Beberapa syarat interview sebagai metode ilmiah adalah

  1. Kegiatan interview harus harus mengabdi kepada tujuan penelitian yang telah dirumuskan
  2. Harus memepergunakan rencana yang sistematis

Jenis-jenis interview

  1. Interview terpusat adalah apabila Tanya jawab dipusatkan pada suatu pokok persoalan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian
  2. Interview tidak terpusat adalah apabila Tanya jawab yang dilakukan itu sekitar pokok persoalan

2.  Jumlah subyek yang diwawancarai, terdiri atas :

  1. Interview tunggal personal interview     b.Interview kelompok (group interview)
  2. Sumber informasi terdiri atas :
    1. Interview langsung (dirrected interview), adalah apabila informasi yang diperlukan itu diperoleh langsung dari subyek penelitian.
    2. Interview tak langsung (indirrected interview), adalah apabila informasi yang kita perlukan itu diperoleh melalui orang lain atau orang kedua.

Langkah-langkah dalam persiapan interview :

  • Menentukan materi interview, menentukan jenis interview, menentukan teknik pencatatan, menetapkan subyek penelitian, dan menentukan waktu dan tempat wawancara

Beberapa kelemahan dari interview adalah :

  • Validitas dan ketelitian hasil interviewnya tergantung dari kemampuan mengingat, melancaran jalannya wawancara sangat tergantung dari kelancaran dan kemampuan berbahasa lisan, banyak memerlukan waktu, tenaga dan biaya, kondisi dari subyek yang diwawancarai saat wawancara berlangsung sangat berpengaruh, dan proses wawancara telah dipengaruhi oleh keadan sekitar dari subyek.

3.  Korespondensi: suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengirimkan suatu surat kepada subyek penelitian. Jenis surat yang dikirimkan terdiri atas :

  • Penjelasan singkat tentang maksud dan tujuan pengiriman, pengharapan-pengharapan dari penelitian/pengirim

Jenis-jenis korespondensi antara lain :

  1. Surat pribadi (personal letter)
  2. Kuisioner(angket) adalah suatu cara memperoleh data dengan jalan mengirimkan daftar pertanyaan kepada subyek penelitian.

Jenis-jenis kuisioner :

  1. Kuisioner ragam isian (supley type)

Subyek penelitian akan menyajikan dan menguraikan sendiri jawaban sesuai dengan bentuk pertanyaannya. Kuisioner ragam isian dapat dibedakan atas Kuisioner bentuk tertutup dan kuisioner bentuk terbuka

  1. Kuisioner ragam pilihan (selection type)

Responden hanya memilih salah satu jawaban dari sejumlah alternatif jawaban yang disediakan. Kuisioner ragam pilihan dibedakan atas :

1)      Bentuk pilihan rangkap dua

2)      Bentuk pilihan rangkap ganda (multiple choise)

Teknik penggunaan kuisioner antara lain :

  1. Membuat surat pengantar
  • Isinya memuat penjelasan singkat tentang tujuan dan harapan peneliti, isinya dibuat simpatik dan merangsang subyek untuk menjawab, dan menentukan jawaban tersebut dapat dikirim kembali kepada peneliti, dll.
  1. Menyusun materi kuisioner
  • Tetapkan skup pertanyaan yang akan dibuat, materi kuisioner hendaknya sesuai dengan tujuan penelitian, dan materi kuisioner dan daftar pertanyaan hendaknya disusun sistematis, dll.
  1. Menentukan jenis kuisioner

Pemilahan jenis kuisioner ditentukan oleh faktor obyek dan tujuan peneliti. Jika kuisioner telah ditentukan maka langkah selanjutnya adalah dengan memperhatikan hal berikut ini :

  • Rumusan pertanyaan singkat dan jelas,memungkinkan subyek untuk memberikan jawaban, jangan memancing emosi subyek.
  1. Menentukan subyek penelitian (responden)
  2. Menyelidiki fasilitas-fasilitas bagi subyek penelitian

Beberapa kelemahan kuisioner adalah :

  1. Ragam isian :
    1. Ada kecenderungan dari subyek untuk memberikan jawaban yang tidak lengkap atau ala kadarnya.
    2. Dapat terjadi subyek tidak mencantumkan hal-hal yang sebenarnyapenting bagi peneliti.
    3. Jawaban yang diberikan dapat beraneka ragam, terlebih jika sampel cukup besar.
  2. Ragam pilihan
    1. Banyak kesukaran yang dihadapi saat menyusun pertanyaan.
    2. Pada umumnya jumlah pertanyaan terlalu besar.
    3. Argumentasi dari subyek peneliti tidak dapat diperoleh oleh peneliti.
      1.  Testa

Testa berasal dari bahasa latin testum, artinya alat untuk mengukur tanah, sedangkan testa adalah bentuk jamak dari testum.

Fungsi testa adalah :

  • Sebagai alat istrument untuk mengumpulkan data yang mempunyai fungsi berbeda dengan kuisioner, meskipun bentuknya sama.
  • Untuk mengukur kemampuan dan sifat-sifat (ability and traits) dari seseorang atau sekelompok orang.

Fungsi kuisioner adalah :

  • Untuk menentukan pendapat umum atau sikap umum atau keinginan umum atau suatu pendapat masyarakat mengenai suatu hal.

Syarat-syarat test sebagai suatu metode ilmiah :Test harus memiliki validitas yang baik, harus memiliki reliabilitas yang baik atau tinggi, harus memiliki obyektifitas yang mantap, harus memiliki daya beda yang baik dan harus distandarisasikan

Testa harus konprehensif apabila testa tersebut mampu mengungkapkan keseluruhan pengetahuan yang hendak diukur atau dicari.

Jenis-jenis testa adalah :

  1. Berdasarkan jumlah peserta yang mengikutinya :Testa individual dan Testa kelompok.
  2. Berdasarkan bentuk jawaban yang diminati/diinginkan :
  • Testa verbal (bahasa lisan maupun tulisan).
  • Testa non verbal, misalnya bentuk tingkah laku, dsb.
  1. Berdasarkan tujuan penyelenggaraannya :

–          Testa kecepatan, apabila yang dinali kecepatan dalam menjawab.

–          Testa kemampuan, apabila yang dinilai adalah kualitas dan kuantitas jawaban.

  1. Berdasarkan fungsinya :

a.Test intelegensi (general intelegency test)    c. Test sekolah (scholastics test)

b.Test bakat (aptitude test)                              d. Test kepribadian (personality test)

  1. 5.        Pencatatan dokumen

Pencatatan dokumen (recording document) adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan mengumpulkan segala macam dokumen dengan mengadakan pencatatan secara sistematis. Yang dimaksud dengan dokumen adalah : Tulisan-tulisan( prasasti, lontar-lontar, dsb), Karangan-karangan (buku-buku, ensiklopedia, kamus, dsb), Lembaran negara, Buletin dan sebagainya.

Pengambilan dokumen sebagai sumber data harus dilakukan dengan tata cara sbb:

Mengadakan evaluasi, Meninjau batas waktu penerbitannya, Meninjau validitas sumbernya, serta meninjau pribadi penulisnya.

Jenis – jenis testa dapat ditentukan berdasarkan pada :

a)      Jumlah peserta (testee) yang mengkutinya

b)      Bentuk jawaban yang diminta/diinginkan

c)      Tujuan penyelenggaraannya

d)     Fungsinya

5. Pencatatan dokumen

Pencatatan dokumen (recording document) adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan segala macam data serta mengadakan pencatatan secara sistematis.

Pengambilan dokumen sebagai sumber data harus dilakukan dengan tata cara sebagai berikut : mengadakan evaluasi, meninjau batas waktu penerbitannya, meninjau validitas sumbernya, meninjau pribadi penulisnya

V. PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRESTASI

  1. Pengolahan Data, ada dua macam:

1)      Pengolahan tahap deskriptif: Pengolahan data sampai degan tahap deskriptif ini kita lakukan terutama apabila kita melakukan penelitian longitudinal atau krosseksional.

2)      Pengolahan tahap inferensial : Hal ini kita lakukan terutama apabila kita melakukan penelitian sampling.

Jenis – jenis metode pengolahan data

Pada garis besarnya metode pengolahan data dibedakan atas 3 jenis, yaitu :

  1. 1.      Metode Deskriptif: Metode deskriptif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun data tersebut secara sistematis sehingga didapat suatu kesimpulan umum. Menyusun secara sistematis mempergunakan aturan – aturan tertentu, yakni teknik :

a)      Induksi

b)      Argumentasi

c)      Spekulasi

  1. 2.      Metode Komparatif: suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis dan terus menerus sehingga diperoleh kesimpulan umum.
  2. 3.      Metode Analisis: Metode analisis adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mempergunakan suatu teknik analisis tertentu sehingga diperoleh suatu tesa. Metode analisis dibedakan atas 2 macam, yaitu :
  3. Analisis Statistikadalah suatu analisis data dengan mempergunakan rumus – rumus matematika, dimana rumus – rumus tersebut telah tersedia pada buku – buku statistik. Statistik sebagai suatu ilmu pengetahuan dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
    1. Statistik Deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan mengolah data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, jelas dan ringkas, mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan, sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu.
    2. Statistik Inferensial adalah statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum.

Ciri Khas Statistik

Pada dasarnya statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khas, yaitu :

  1. Statistik selalu bekerja dengan angka atau bilangan
  2. Statistik bersifat objektif : Statistik selalu bekerja menurut objek, atau bekerja menurut apa adanya
  3. Statistik bersifat Universal : Ruang gerak atau ruang lingkup dan bidang garapan statistik tidaklah sempit.

Fungsi statistik

i.            Generalisasi sifat – sifat dan kemampuan

–          Tendensi sentral (central tendency), dan Standar deviasi (Standard deviation)

ii.            Generalisasi hubungan

–          Korelasi Product Moment, dari Karl Person, korelasi Rank Order,korelasi Kontingensi

iii.            Generalisasi perbedaan

–          T – test , Chi – Square, dan analisa varian

Rumus – rumus statistik seperti disebutkan diatas hanyalah bisa diprgunakan apabila data yang akan diolah itu berdistrusi normal. Misal :

  • Korelasi Product Moment hanya dapat dipakai, apabila kedua data yang diolahbersekalainterval. Data interval adalah data yang sedang diseidiki. Misalnya : Data tentang berat badan seluruh mahasiswa UNMAS Denpasar.
  • Korelasi Rank Order hanya dapat dipakai, apabila data yang diolah bersifat ordinal. Data ordinal adalah data statistik yang cara menyusun angkanya didasarkan atas urutan kedudukan (ranking).
  • Korelasi kontingensi hanya dapat dipakai, apabila data yang diolah itu merupakan data niminal. Data nominal adalah data statstik .
  1. Analisis Non – Statistik dibagi dua yaitu analisis filosofis dan analisis proses
  2. INTERPRESTASI HASIL ANALISIS DATA

Terhadap hasil data yang diperoleh dari analisis data perlu diadakan interprestasi sesuai dengan teknik analisis statistik yang dipergunakan, sehingga gambaran tentang bagaimana hubungan atau mungkin pengaruh dua/lebih variabel yang telah diteliti dapat diketahui.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 25, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: