RSS

DAYA TARIK KOTA JAKARTA

27 Des

TOUR KE KOTA JAKARTA ^_^

Kota Jakarta sebagai kota metropolis tentu saja memiliki daya tarik. Gedung-gedung yang menjulang tinggi dengan megahnya, sungguh pemandangan yang indah terutama di malam hari. Mari kita mulai perjalanan kita di kota Jakarta setelah menempuh perjalanan dari Denpasar  kurang lebih 30 jam. Tempat pertama yang kita kunjungi adalah ITC Cempaka Mas, dilanjutkan menuju Pura Gunung Salak, keesok harinya menuju Monas, lalu menikmati permainan di Dufan yang terakhir menuju TMII.

MONAS

Kota Jakarta merupakan ibukota Indonesia. Berkunjung kekota Jakarta tidak lengkap rasanya kalau belum ke Monumen Nasional atau biasa disebut dengan Monas atau Tugu Monas. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Jika kita ingin berkunjung atau sekedar menghabiskan liburan di Jakarta silahkan langsung datang saja, karena monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) dibangun di areal seluas 80 hektar. Monumen ini berbentuk lingga dan yoni sebagai lambang kesuburan menurut agama hindu. Selain itu bentuk Tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai sepasang “alu” dan “lesung”, alat penumbuk padi yang didapati dalam setiap rumah tangga petani tradisional Indonesia.

Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 meter, sedangkan rentang tinggi antara ruang museum sejarah ke dasar cawan adalah 8 m (3 meter dibawah tanah ditambah 5 meter tangga menuju dasar cawan). Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45 x 45 meter, semuanya merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (17-8-1945).

Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur Medan Merdeka dipenuhi pengunjung yang berekreasi menikmati pemandangan Tugu Monas dan melakukan berbagai aktivitas dalam taman.

Terdapat juga kolam di Taman Medan Merdeka Utara berukuran 25 x 25 meter dirancang sebagai bagian dari sistem pendingin udara. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponogoro yang sedang menunggang kudanya, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.  Pintu masuk pengunjung menuju tugu monas yaitu melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan loket tiket berada di ujung terowongan.

Ketika kita kembali kepermukaan tanah, kita akan dapat melihat ditiap sudut halaman luar yang mengelilingi monas terdapat relief timbul yang menggambarkan sejarah Indonesia. Relief ini bermula mengabadikan kejayaan Nusantara di masa lampau hingga pembangunan Indonesia modern sekarang ini. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam, sayang sekali beberapa patung dan arca mulai rusak dan rusak akibat cuaca.

Terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia di bagian dasar monument (pada kedalaman 3 m di bawah permukaan tanah). Museum ini memiliki ukuran luas 80 x 80 m, cukup besar untuk menampung pengunjung sekitar 500 orang. Ruangan ini berlapis marmer yang didalamnya terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama di bagian tengah. Sehinnga jumlah keseluruhannya menjadi 51 diorama.

Terdapat Ruang Kemerdekaan berbentuk amphitheater di bagian dalam cawan monumen. Ruangan ini dapat dicapai melalui anak tangga. Didalam ruangan ini tersimpan symbol kenegaraan dan kemerdekaan RI. Salah satu diantaranya adalah naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tersimpan dalam kotak kaca di gerbang berlapis emas, lambang negara Indonesia, peta kepulauanNegara Kesatuan Republik Indonesia berlapis emas, dan bendera merah putih, dan dinding yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kalau sudah sampai di tugu monas, jangan di lewatkan untuk menikmati panorama kota Jakarta dari ketinggian 115 meter. Sebuah lift yang berkapasitas 11 orang akan menghantarkan kita menuju pelataran puncak yang berukuran 11 x 11 meter dan dapat menampung sekitar 50 orang. Disana juga terdapat teropong untuk melihat panorama kota Jakarta lebih dekat.

Di bagian puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kilogram, akan tetapi untuk menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas. Obor atau lidah api ini memiliki tinggi 14 m dan berdiameter 6 m yang terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini merupakan simbol semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang bermakna agar Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa.

Sungguh banggunan yang sangat istimewa. Terkadung begitu banyak arti yang terkandung didalamnya mengenai semangat perjuangan. Kita sebagai generasi muda harus bangga menjadi warga Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 27, 2011 in TUGAS

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: